Tips Mengatur Jadwal Makan Bayi

Pemberian MPASI harus bertahap,dari lunak,semi padat dan padat. Tahapan ini mengikuti kemampuan kerja organ pencernaannya. Adapun yang harus diperhatikan,antara lain:

1. Mulai Usia 6 Bulan
Mulailah dengan makanan lunak, seperti biskuit yang diencerkan pakai air. Berikan satu keping di pagi hari agar bayi tidak kaget. Hal ini untuk membiasakan alat cernanya menerima makanan lunak.

Kenalkan pula bubur susu dalam jumlah sedikit demi sedikit agar bayi terbiasa dengan teksturnya. Sebaiknya membuat bubur susu sendiri,dari tepung beras yang dicampurkan dengan susu bubuk atau ASI. Berikan pula pilihan rasa lainnya,semisalnya tepung beras merah,tepung kacang hijau,dan lainnya,sehingga anak mengenal rasa dan agar bayi tidak menolak berjenis-jenis makanan nantinya.

Mulailah pemberian buah yang dihaluskan. Misal,pisang yang dikerok,pepaya atau apel yang dijus. Buah harus yang bermutu baik,rasanya manis (tidak asam),serta tidak bergetah dan beraroma menusuk.Tomat sebaiknya tidak diberikan dulu,mengingat ada satu fraksi dalam tomat yang bisa bergabung dengan protein dan memungkinkan timbulnya alergi. Bayi yang punya bakat alergi bisa timbul kemerahan atau bintil-bintil di kulit. Bila terus berlanjut,alerginya bisa jadi asma ataupun eksim. Buah sangat bagus karena mengandung serat,sehingga dapat memperlancar bayi BAB.

Pemberian ASI atau susu formula di sela-sela waktu makan utama. Perihal keperluan susu dihitung dari kebutuhan cairan per usia dan dihitung juga berat badan bayi. Kebutuhan cairan pada usia bayi trimester ke-1 sekitar 150 cc perhari/berat badan. Trimester ke-2 sebesar 125 cc/kg BB/hr,dan trimester ke-3 110 cc/kg BB/hr. Sebagai contoh jika bayi berusia 12 bulan dengan BB 10 kg,kebutuhan cairannya sebesar 110 cc x 10 kg = 1.100 cc atau kurang lebih 1 liter dalam sehari. Tentunya,kalau pemberian ASI sulit dihitung,namun untuk susu formula mudah dihitung,bisa dalam 4-5 kali. Contoh lain, bayi 6 bulan dengan BB 5 kg,maka kebutuhan cairannya 125 x 5 kg = 625 cc. Dibagi dalam 5-6 kali pemberiannya.

Saat pemberian makan harus penuh perhatain, lemah lembut dan penuh kasih sayang.

2. Mulai Usia 7 Bulan
Perkenalkan dengan tekstur yang lebih kasar,yaitu bubur tim saring. Sebaiknya,bubur ini dibuat untuk sekali makan,dari bahan beras,hati ayam/sapi dan sayuran. Porsi pemberiannya sedikit demi sedikit. Adakalanya bayi tak mau atau muntah ketika diberikan,namun tetap perlu dicobakan karena proses ini memang harus dilaluinya. Jika tidak,bayi akan malas mengunyah dan hanya mau makan yang halus-halus saja.

Di usia ini,cadangan zat besi yang dimiliki bayi mulai berkurang. Untuk itu,perhatikan asupannya yang dapat diperoleh dari sumber zat besi,seperti hati sapi (sebesar hati ayam). Pada bayi yang punya bakat alergi,pilihlah lauk yang paling baik dari jenis hewan mamalia. Udang,kepiting,ikan,ayam,telur,(yang bukan dari jenis mamalia) berpeluang lebih besar memicu timbulnya alergi.

Setelah secara bertahap pemberian bubur tim saring, bayi bisa diperkenalkan dengan nasi tim tanpa disaring. Lengkapi nasi tim ini dengan sumber protein hewani dan nabati serta sayuran. Sebaiknya nasi buat untuk sekali makan, sebab jika disimpan dan dihangatkan akan mengurangi kandungan gizinya. Hindari pula pemberian nasi tim instan karena dikhawatirkan mengandung pengawet.

Gunakan sedikit bumbu. Misalnya,garam diberikan sedikit saja karena ginjal pun baru berfungsi sempurna di usia 6-7 bulan. Pemberian bumbu sederhana yang alami seperti bawang merah atau bawang putih boleh saja,tetapi cukup sedikit. Untuk merica sebaiknya hindari,sebelum anak sampai berumur 2 tahun. Juga,hindari pula bumbu-bumbu penyedap rasa. Tak perlu khawatir makanan kurang gurih karena bayi belum terlalu menuntut rasa.

3. Mulai Usia 9 Bulan
Mulailah untuk mengenalkan dengan bubur dari beras serta lauk pauk dengan sayuran seperti sup. Di usia satu tahun, anak sudah mulai bisa mengkonsumsi makanan sesuai dengan menu keluarga. Hanya saja, perhatikan kemampuan makan sang anak, misalnya untuk lauk pauk dan buah-buahan dalam potongan kecil-kecil yang bisa langsung masuk ke dalam mulutnya serta mudah dikunyah dan ditelan oleh anak.

Pilihan Vitamin Agar Nafsu Makan Anak Bertambah

Masa anak-anak adalah masa penting dalam pertumbuhan seseorang. Pada masa itu, otak sedang dalam masa keemasan dalam perkembangannya. Tentu hal tersebut akan lebih maksimal bila didukung dengan asupan makanan yang bergizi. Sayangnya, tidak semua anak lahap dalam makan. Bahkan sebagian anak tak memiliki nafsu makan yang baik. Alhasil, asupan gizi dan vitamin serta nutrisi yang mereka butuhkan menjadi kurang. Akan tetapi Anda tak perlu khawatir, berikut adalah beberapa pilihan vitamin penambah nafsu makan anak yang dapat Anda temukan di apotik atau supermarket.

Vitamin Agar Nafsu Makan Anak Bertambah

Vitamin penambah nafsu makan anak

Vitamin penambah nafsu makan anak yang pertama adalah Fitkom. Produk ini biasanya dijual di apotik atau di toko obat lainnya. Fitkom memiliki kandungan DHA, EPA, dan AA yang berfungsi untuk membantu tumbuh kembang otak pada anak. Dengan mengkonsumsinya secara rutin, anak Anda tak hanya mendapat nutrisi tersebut, namun juga nafsu makan yang lebih. Kemudian ada lagi Curcuma Plus.

Bila anak Anda tidak sering makan, Curcuma Plus adalah solusinya sebagai suplemen vitamain tambahan. Hal itu karena kandungan 11 ekstrak sayur dan buah-buahan yang terdapat di setiap teguk produk ini. Dengan mengkonsumsinya, maka asupan nutrisi akan tetap terpenuhi.

Dampak baik lainnya adalah semakin naiknya nafsu makan sang anak. Vitamin penambah nafsu makan anak berikutnya adalah Appeton Weight Gain khusus untuk anak. Appeton adalah susu yang memiliki mengandung nutrisi untuk pertumbuhan tubuh anak-anak. Selain itu, dengan mengkonsumsi susu ini, berat badan anak Anda akan tetap terjaga walau mereka tidak sering makan. Atau Anda juga bisa memberikan Zinc. Zinc adalah produk suplemen penambah nafsu makan yang merangsang indera perasa saat makan. Rangsangan ini dapat berdampak menambah nafsu makan anak. Nah, produk yang mana yang akan Anda pilihkan untuk anak Anda?